Tulungagung, Sinta – Dalam rangka memperlancar arus transportasi dan meningkatkanlaju perekonomian masyarakat. Pada tahun 2009 kemarin, Pemerintah Kabupaten Tulungagung telah merealisasikan dana yang bersumber dari APBD Tulungagung sebesar 11 M untuk pembangunan infrastruktur jalan berupa hotmix. Dengan adanya peningkatan jalan tersebut diharapkan laju perekonomian masyarakat bisa menjadi lebih baik. Proyek ini ditangani sepenuhnya oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU-BM & CK) melalui Kabid Bina Marga.selaku Kuasa Pengguna Anggaran.
Kepala Dinas PU-BM & CK melalui Pj. Kabid Bina Marga Winarko, ST memaparkan bahwa alokasi dana tersebut terbagi menjadi 16 titik ruas jalan. Dari proses lelang yang telah diadakan dan dimenangkan oleh PT. Moderna Teknik Perkasa dan PT. Triple’s. 12 titik ruas jalan dikerjakan oleh PT. Moderna Teknik Perkasa meliputi : Ruas jalan Ngantru – Pojok, ruas jalan Rejoagung – Ringinpitu, ruas jalan Mayjen. Suprapto Gg. I (perempatan Cempaka ke utara), ruas jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo (SMU Kedungwaru ke selatan), ruas jalan Ahmad Yani Timur Gg. I (SMPK ke utara), ruas jalan KH. Agus Salim Gg. II (Gudang uyah ke utara), ruas jalan Adi Sucipto ke utara (Rukun Sejati), ruas jalan P. Diponegoro Gg. II (BRI ke barat), ruas jalan Yos Sudarso Gg. I, ruas jalan Kampungdalem Gg. I dan ruas jalan I Gusti Ngurah Rai Gg. I. sedangkan untuk PT. Triple’s memenangkan 4 titik ruas jalan, yaitu : ruas jalan Selorejo – Panjerejo, ruas jalan Jepun – Wajak Kidul, ruas jalan Mojosari – Segawe dan ruas jalan Wajak Kidul – Bendilwungu. Ruas jalan yang telah dibangun tersebut merupakan ruas jalan yang memiliki akses strategis untuk menghubungkan antar wilayah kecamatan. Dengan telah dibangunnya ruas-ruas jalan tersebut sangat membantu melancarkan arus lalu lintas untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Proses pelaksanaan peningkatan jalan tersebut bisa dikatakan sangat lancar meskipun dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama. Kendala yang banyak dirasakan adalah ketidak adanya pengertian dari para pengendara yang tidak mau sedikit bertoleransi ketika pekerjaan sedang dilaksanakan. Belum lagi banyaknya pipa-pipa pembuang air limbah milik warga dan pipa-pipa PDAM yang banyak terkena excavator dalam pekerjaan pelebaran jalan.
Ditempat terpisah Plt. Sekretaris Dinas PU-BM & CK Agus Wahyudi, ST, MM menegaskan bahwa pekerjaan pengaspalan jalan tersebut harus sudah selesai sebelum akhir Desember 2009. Namun demikian, untuk standart kualitas dan mutu haruslah tetap terjaga dan sesuai dengan spesifikasi teknik yang ada. Karena dengan meningkatnya sarana mobilitas dan pekerjaan kita selalu diperhatikan serta dinilai oleh masyarakat. Tegasnya.@ndre/ojie